Lantai keramik seringkali dipilih sebagai solusi untuk alas lantai hunian karena berbagai keunggulannya, seperti tampilan yang menarik, daya tahan yang tinggi, serta kemudahan dalam perawatan. Selain itu, keramik juga tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran, sehingga memberikan fleksibilitas dalam desain interior. Namun, meskipun keramik merupakan pilihan yang populer, banyak kontraktor atau tukang bangunan yang masih sering melakukan kesalahan dalam pemasangannya. Salah satu kesalahan utama yang sering terjadi adalah penggunaan perekat atau mortar yang tidak sesuai, yang dapat mengurangi kekuatan rekat dan umur pemakaian lantai keramik.
Lalu, apa saja kesalahan umum yang terjadi saat memasang keramik lantai, dan bagaimana cara menghindarinya? Berikut ini beberapa kesalahan yang umum terjadi pada saat memasang keramik lantai, antara lain:
- Tidak Meratakan Permukaan Lantai Saat Proses Pemasangan
Kesalahan pertama dan paling sering dilakukan adalah tidak meratakan permukaan area pemasangan keramik terlebih dahulu. Padahal ini merupakan langkah yang sangat penting dan bila dilewatkan justru akan mempengaruhi hasil akhir pekerjaan dan bahkan merugikan Anda secara finansial. Ini karena memasang keramik pada permukaan yang tidak rata dapat menyebabkan keramik mudah pecah atau patah seiring, sehingga akan memakan biaya ekstra dan menghabiskan waktu untuk perbaikannya.
Untuk menghindari hal tersebut, Anda harus memastikan bahwa subfloor atau dasar lantai yang akan dipasang keramik sudah benar-benar rata. Bahkan jika permukaan lantai terlihat rata secara visual, belum tentu permukaan tersebut benar-benar setara, sehingga pengecekan lebih teliti sangat diperlukan. Karena itu, penting untuk menggunakan alat yang tepat dalam proses ini, seperti benang tingkat untuk pengecekan manual, atau menggunakan alat seperti tile levelling system yang dapat memastikan kerataan lebih presisi. Dengan memastikan permukaan lantai rata terlebih dahulu, Anda bisa menghindari risiko keramik yang mudah rusak dan memastikan pemasangan yang lebih kokoh dan tahan lama.
- Tidak Mengukur Area Pemasangan Keramik
Kesalahan selanjutnya dalam pemasangan keramik adalah lupa mengukur area atau bidang permukaan lantai yang akan dipasang keramik. Banyak orang yang hanya mengandalkan perkiraan tanpa melakukan pengukuran yang tepat. Jika dilakukan dengan cara ini, Anda bisa merugi waktu, tenaga, dan biaya. Salah satu dampaknya adalah Anda mungkin perlu bekerja dua kali karena ukuran keramik yang tidak sesuai dengan area yang akan dipasang, sehingga menambah biaya pemasangan karena harus membeli keramik tambahan atau melakukan pemotongan lebih banyak.
Untuk itu, sangat penting untuk mengukur dengan teliti seluruh area yang akan dipasang keramik menggunakan alat pengukur garis atau pita ukur. Setelah mengukur, pastikan bahwa ukuran keramik yang digunakan sesuai dengan luas area yang ada. Jika terdapat bagian tepi yang tidak pas dengan ukuran keramik (misalnya, menggunakan keramik berukuran 40 x 40 cm), Anda bisa memanfaatkan keramik yang sudah dipotong sesuai ukuran untuk mengisi sisa area yang belum tercakup. Dengan cara ini, pemasangan akan lebih efisien dan mengurangi pemborosan material.
- Tidak Menentukan Sudut Pemasangan
Meski terlihat sepele, namun langkah ini ternyata sangat penting sebelum memulai memasang keramik, apalagi bila Anda memasang keramik yang menggunakan motif. Dengan menentukan sudut awal pemasangan, hasil pemasangan keramik akan menjadi lebih rapih. Selain itu, menentukan sudut pemasangan juga akan membantu Anda untuk tidak bolak-balik menginjak keramik yang baru dipasang.
Penentuan sudut keramik biasanya dimulai dari area yang paling terlihat dari ruangan tersebut, biasanya dimulai dari area dalam kemudian mundur ke area luar ruangan. Anda bisa menggunakan kapur, penggaris siku, atau laser untuk menandai area ini, sehingga pemasangan menjadi lebih presisi.
- Kesalahan Memberikan Jarak Antar Keramik (Nat)
Kesalahan yang sering dilakukan dalam pemasangan keramik adalah ketidaktepatan dalam pengukuran nat atau grouting. Nat adalah jarak atau celah antara satu keping keramik dengan keping lainnya. Meskipun terlihat sepele, pengukuran nat yang salah dapat berdampak besar pada kualitas pemasangan keramik itu sendiri. Fungsi nat sangat penting karena berperan untuk menghambat masuknya air, kotoran, atau debu ke sela-sela keramik, yang bisa mempercepat kerusakan pada permukaan keramik.
Selain itu, memberikan jarak nat yang tepat juga berguna untuk menyediakan ruang pemuaian bagi keramik. Seiring berjalannya waktu dan perubahan suhu, keramik dapat mengalami perubahan ukuran. Tanpa ruang pemuaian yang cukup, keramik bisa retak atau bahkan terangkat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengukur jarak antar keping keramik dengan detail dan merata, agar pemasangan keramik tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga tahan lama dan aman dalam jangka panjang.
- Keramik Tidak Direndam Sebelum Dipasang
Kesalahan selanjutnya yang sering terjadi adalah luput merendam keramik terlebih dahulu sebelum pemasangan. Banyak orang yang langsung memasang keramik begitu keramik dikeluarkan dari kemasannya tanpa mempertimbangkan langkah penting ini. Padahal, keramik baru yang masih berada dalam kemasan memiliki pori-pori yang tertutup, sehingga proses perendamannya sangat diperlukan untuk memaksimalkan daya rekat keramik.
Untuk itu, sangat disarankan untuk merendam keramik terlebih dahulu selama 30 menit hingga 1 jam sebelum melakukan pemasangan. Proses merendam ini bertujuan untuk membuka pori-pori keramik, sehingga keramik bisa lebih mudah merekat dengan mortar yang digunakan untuk menempelkan keramik pada dasar lantai. Selain itu, merendam keramik juga membuatnya lebih lentur, sehingga tidak mudah pecah atau retak saat dipasang. Langkah ini penting agar pemasangan keramik lebih kokoh, tahan lama, dan menghindari kerusakan di kemudian hari.
- Salah Memilih Perekat Keramik
Kesalahan lainnya sering terjadi dalam pemasangan keramik adalah salah memilih perekat keramik. Pemilihan perekat yang tidak tepat dapat mengakibatkan keramik tidak merekat dengan kuat, sehingga lebih mudah terlepas dari dasar lantai dan menurunkan kualitas pemasangan. Banyak orang yang menggunakan perekat yang tidak sesuai dengan jenis keramik, yang tentu saja dapat memperpendek umur lantai keramik itu sendiri.
- Tidak Membersihkan Sisa Semen atau Perekat Keramik
Kesalahan yang paling terakhir ini mungkin justru yang paling sering terjadi, karena biasanya sudah lelah karena memasang keramik seharian. Tidak membersihkan sisa semen atau perekat yang digunakan di akhir pemasangan. Mungkin Anda berpikir ini bisa dilakukan esok hari saja, namun keramik memiliki pori yang membuatnya sulit dibersihkan ketika semen tersebut dibiarkan mengering begitu saja. Hasilnya, tampilan keramik pun menjadi kotor dan kusam.
Demikianlah ulasan mengenai kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam pemasangan keramik. Dengan mengetahui dan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Anda dapat memastikan pemasangan keramik yang lebih rapi, kokoh, dan tahan lama.










Leave a Reply